Halaman

Selasa, 13 November 2012

7Alasan Mengapa Orang Selingkuh


7Alasan Mengapa Orang Selingkuh Ada saja alasan terucap yang seolah menjadi pembenaran melakukan perselingkuhan. Beberapa mengaku terpaksa berkhianat karena khilaf. Ada pula yang merasa dendam. Mayoritas bahkan percaya diri melakukannya karena yakin tak akan pernah ketahuan. Apa sebenarnya yang membuat mereka nekat menggadaikan kesetiaan dengan menipu pasangan? Berikut beberapa alasan paling jamak yang menjadi biang keladi hancurnya kehidupan rumah tangga, seperti dikutip Times of India. 1. Komunikasi buruk Buruknya komunikasi seringkali membuat sejumlah pasangan memilih melarikan diri dari masalah. Alih-alih duduk bersama menuntaskan masalah, mereka justru mencari pelarian di luar rumah untuk meredakan emosi.  Kondisi itulah yang rentan menjadi gerbang masuknya orang ketiga. Merasa lebih nyaman berinteraksi dengan orang lain dibandingkan pasangan sendiri. Karenanya, biasakan menyelesaikan masalah hingga tuntas dengan kepala dingin jika terjadi kesalahpahaman atau miskomunikasi. 

 2.Bosan Kebosanan membuat seseorang memiliki kecenderungan untuk mencoba tantangan baru. Membuat orang ketiga mudah masuk dan begitu cepat mewarnai kehidupan yang monoton. Perselingkuhan pun terjadi begitu saja tanpa memikirkan efek jangka panjang. Perselingkuhan yang terjadi akibat alasan bosan rentan berakhir dengan keputusan cerai. 

3.Eksperimen intim Mereka yang sudah lama menikah seringkali melakukan aktivitas hanya sebagai pemenuhan kebutuhan biologis. Padahal bagaimanapun, aktivitas seksual merupakan bagian integral dalam pernikahan yang seharusnya mampu menetralisir hubungan hambar.  Tak ada lagi antusiasme yang menggairahkan. Monoton. Rasa inilah yang seringkali memancing sejumlah pasangan untuk mencari 'kesenangan' dengan orang lain. Mencoba bereksperimen memenuhi hasrat seksualnya. Karenanya, siapkan trik untuk selalu menciptakan aktivitas menggairahkan.  

4.Tidak puas Perubahan aktivitas biasanya menjadi pemicu. Misalnya, ketika wanita lebih memilih menikmati harinya mengurus anak. Banyak pria yang tanpa sadar terpancing emosi. Merasa tidak terima. Kehilangan perhatian dan romantisme istri.  Di tengah kondisi emosinal inilah sejumlah pria berusaha mencari perhatian wanita lain. Karenanya, jangan hapus begitu saja kebiasaan romantis di awal hubungan. Misalnya kebiasaan menghujaninya dengan pujian atau belaian.

5.Pengalaman orang tua Anak rentan mengimitasi perilaku orangtua. Mereka yang di masa kecil pernah menyaksikan perselingkuhan orang tua akan cenderung memiliki dua kemungkinan pola pikir. Posesif atau malah menganggap wajar ketidaksetiaan terhadap pasangan.  

6.Balas dendam Tak ingin berlarut dalam sakit hati, sejumlah pasangan memilih balas dendam dengan melakukan hal yang sama. Kebanyakan pasangan yang telah melakukan perselingkuhan menginginkan agar pasangannya yang telah 'bermain api' juga merasakan sakit yang sama. 
7.Ingin cerai Perceraian adalah akumulasi dari pertengkaran demi pertengkaran, rasa bosan, dan rasa yang tak lagi nyaman dalam hubungan rumah tangga. Berselingkuh seringkali menjadi pilihan andalan untuk mereka yang ingin lepas dari kungkungan pasangannya.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar